SELAMAT DATANG
Selamat datang di modul "Merencanakan Pengadaan Sederhana". Terima kasih telah menghadiri pelatihan penting ini. Pengadaan barang/jasa pemerintah yang efisien dan efektif merupakan suatu fungsi sektor pemerintah yang strategis dan merupakan suatu komponen dasar dalam tata kelola yang baik. Seperti negara-negara lain, sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang saat ini diterapkan di Indonesia sangat rentan terhadap kecurangan, pemborosan, dan penyalahgunaan yang dapat mengakibatkan kebocoran dana yang signifikan dan penurunan kualitas barang, pekerjaan konstruksi, dan jasa. Proyek Modernisasi Pengadaan dirancang dengan tujuan untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam melakukan penghematan pengeluaran pemerintah secara signifikan dengan tidak mengurangi - atau dengan meningkatkan - kualitas barang dan jasa yang diperoleh dari proses pengadaan. Proyek ini mencakup kegiatan-kegiatan untuk membangun jenjang karir bagi para pegawai negeri sipil bidang pengadaan, menciptakan peran dan struktur institusional yang memberikan kewenangan yang memadai bagi para pengelola pengadaan untuk mengimplementasikan praktik pengadaan yang baik, dan memperkuat pengendalian seperti audit pengadaan dan keuangan untuk memastikan adanya peningkatan kinerja institusional. Modul ini dibagi ke dalam sesi-sesi pelatihan yang diadakan selama tiga hari; namun, lama pelatihan per hari dan per sesi dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Modul ini diberikan berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa: 
  • Pembelajaran bersifat mandiri 
  • Pembelajaran sesuai dengan kebutuhan langsung dan sangat partisipatif 
  • Pembelajaran dilakukan berdasarkan pengalaman (peserta pelatihan dan fasilitator saling belajar dari pengalaman satu sama lain) 
  • Pelatihan mengalokasikan waktu untuk refleksi dan pemberian umpan balik yang bersifat korektif  Suasana saling menghormati tercipta antara fasilitator dan para peserta pelatihan 
Buku panduan ini disusun berdasarkan agenda harian pelatihan. Setiap bagian dimulai dengan pengenalan topik secara umum. Buku panduan ini juga menunjukkan perkiraan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap sesi pelatihan dan materi serta persiapan yang dibutuhkan. Fasilitator berperan untuk menyampaikan materi, tujuan, dan kegiatan dalam setiap sesi pelatihan dengan sejelas mungkin.


SESI 1

PENGENALAN TENTANG TAHAPAN DALAM PROSES PENGADAAN BARANG/JASA DAN TAHAP PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA

Gambaran umum: tahapan proses pengadaan


Perencanaan pengadaan Diawali dengan identifikasi kebutuhan dan diakhiri dengan publikasi dokumen pengadaan Langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam tahap “Perencanaan Pengadaan”? 



Tanggung jawab utama dalam proses pengadaan barang/jasa
  • Melakukan dan melaksanakan proses pengadaan
  • Menerapkan prinsip-prinsip pengadaan dan melindungi proses pengadaan agar terhindar dari korupsi dan kecurangan
  • Menjalankan proses dan prosedur yang adil, kompetitif, dan transparan – memberikan kontrak kepada kontraktor/konsultan yang mengajukan penawaran atau proposal terbaik
  • Melakukan administrasi kontrak setelah pemberian kontrak kepada pemenang 

Keahlian teknis yang diperlukan
Para ahli teknis juga terlibat dalam proses pengadaan (khususnya pada tahap perencanaan) 
  • Membantu menentukan kebutuhan yang diperlukan 

Para ahli teknis
  • Bekerja sama dengan konsultan/kontraktor setelah penandatanganan kontrak
  • Mengawasi pengelolaan proyek (menyetujui hasil kerja, laporan, dan lain sebagainya) 7 

Contohnya, dalam pengadaan untuk konstruksi jalan, para ahli teknis dapat berasal dari departemen perhubungan, yang tanggung jawabnya mencakup pembangunan dan pemeliharaan jalan. Mereka inilah yang akan mempersiapkan spesifikasi teknis, ruang lingkup pekerjaan, dan gambar desain konstruksi jalan yang terlampir pada dokumen pengadaan karena mereka adalah para ahli teknis (insinyur jalan dan jembatan) yang mengetahui rincian teknis untuk pembangunan jalan.  


Mengapa koordinasi yang efektif antar berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa sangat diperlukan selama berlangsungnya seluruh proses pengadaan barang/jasa? 

Apa saja beberapa tanggung jawab dari berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa selama berlangsungnya seluruh proses pengadaan barang/jasa?


Tanggung jawab dalam tahap perencanaan
Koordinasi yang efektif antar berbagai pemangku kepentingan pada tahap perencanaan sangat penting : 



SESI 2 
MERENCANAKAN PENGADAAN SEDERHANA 

Merencanakan pengadaan sederhana: 
gambaran umum 
  • Baik pengadaan kompleks maupun pengadaan sederhana membutuhkan perencanaan
  • Tokoh-tokoh berpengaruh sepanjang sejarah mengemukakan bahwa gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan 

Pengadaan sederhana
Merencanakan pengadaan sederhana berarti: 
Melakukan persiapan dan menyetujui pengadaan barang, jasa atau pekerjaan konstruksi yang:
  • nilainya rendah 
  • risikonya rendah 


Apa saja contoh pengadaan sederhana? 

Apa yang dipertimbangkan ketika merencanakan suatu pengadaan?

Unsur-unsur dalam perencanaan pengadaan

Unsur-unsur yang penting 

•Perencanaan pengadaan mengidentifikasi antara lain: 
  • barang/jasa yang akan dibeli 
  • riset dan analisis pasar 
  • metode pengadaan dan persyaratan pembelian 
  • persyaratan kualifikasi dan kriteria evaluasi 
  • penyusunan perkiraan harga 
  • penyusunan spesifikasi teknis, ruang lingkup pekerjaan, kerangka acuan 
  • pembentukan pedoman evaluasi, susunan panitia evaluasi, dll.
Dokumen yang dihasilkan selama tahapan perencanaan 



SESI 3
MENENTUKAN RUANG LINGKUP KEGIATAN PENGADAAN

Tugas-tugas untuk menentukan ruang lingkup kegiatan pengadaan barang/jasa



Tugas 1: Menentukan tujuan dan mengidentifikasi kebutuhan 

• Tujuan pengadaan ditentukan oleh pejabat senior 
  • Tujuan pengadaan berkaitan dengan tujuan instansi pengadaan secara keseluruhan 
  • Misalnya, keputusan untuk perbaikan jalan raya di suatu negara biasanya diambil oleh pemerintah dan pejabat senior yang berwenang di instansi pengadaan 
• Identifikasi kebutuhan dilakukan oleh pemangku kepentingan utama dan harus sesuai dengan tujuan pengadaan yang telah ditentukan 
  • Warga negara, pengendara kendaraan bermotor, badan pariwisata, perusahaan transportasi dan logistik dapat menjadi pemangku kepentingan utama yang mengidentifikasi adanya kebutuhan perbaikan jalan raya di suatu negara. 

Tugas 2: Mengidentifikasi pemangku kepentingan 

 • Mengidentifikasi pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengadaan sangat penting dilakukan karena:

  • Pemangku kepentingan dapat mendukung kegiatan pengadaan dengan memberikan saran dan informasi yang penting 
  • Pelibatan pemangku kepentingan dapat memfasilitasi tercapainya tujuan

Tugas 2: Mengidentifikasi pemangku kepentingan (lanjutan) dalam Model RACI  

• Untuk setiap tugas yang dilakukan, setiap pemangku kepentingan dapat menjadi pihak yang: 
  • Responsible (Bertanggung Jawab) 
  • Accountable (Dimintai Pertanggungjawaban) 
  • Consulted (Dimintai konsultasi) 
  • Informed (Diberikan informasi) 
• Model “RACI” di atas dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat tanggung jawab dari setiap pemangku kepentingan 





Tugas 3: Menetapkan syarat tata kelola

• Tata kelola merujuk pada kebijakan dan prosedur untuk menjalankan kegiatan pengadaan yang adil, efektif, dan efisien serta menjunjung tinggi standar kejujuran dan akuntabilitas

• Unsur-unsur penting terkait dengan tata kelola 
  • Kepatuhan 
  • Pelaporan dan pemantauan 
  • Probity (kesesuaian dengan prinsip dan etika) 
Tugas 3: Menetapkan syarat tata kelola (lanjutan)

Tingkat tata kelola berbanding lurus dengan tingkat kompleksitas pengadaan barang/jasa yang dilakukan!

Tugas 4: Menetapkan jadwal
  • Jadwal merupakan rencana untuk melakukan tugastugas tertentu
  • Tugas yang perlu dilaksanakan dan kerangka waktu terkait dengan pelaksanaan tugas tersebut ditunjukkan pada jadwal
  • Penetapan jadwal memfasilitasi penyelesaian kegiatan pengadaan barang/jasa
Tugas 4: Menetapkan jadwal (lanjutan) 

  • Dalam proses pengadaan, langkah-langkah kegiatan digabungkan ke dalam jadwal pengadaan 
  • Sebagian besar langkah-langkah kegiatan pengadaan memiliki urutan alur yang logis 
  • Jadwal disusun dengan mempertimbangkan risiko dan nilai dari barang/jasa yang akan dibeli 
  • Proses pengadaan mencakup penerapan tata kelola dan pengendalian dalam setiap tahap yang penting 
  • Jadwal pengadaan harus disepakati dengan para pemangku kepentingan dan ditelusuri secara aktif

Tugas 4: Menetapkan jadwal (lanjutan)

• Setiap pengadaan barang/jasa yang akan dilakukan memiliki jadwal yang berbeda 
• Beberapa tugas yang dapat dipertimbangkan dalam penetapan jadwal pengadaan barang/jasa adalah:
  • Menentukan ruang lingkup kegiatan pengadaan
  • Tugas lain terkait perencanaan pengadaan
  • Menyusun rancangan undangan lelang
  • Menentukan jangka waktu untuk menanggapi lelang
  • Mengevaluasi dan memberikan persetujuan
  • Melakukan negosiasi dan melaksanakan kontrak untuk menyelesaikan pekerjaan

Apa yang dimaksud dengan anggaran? 
Seberapa pentingkah anggaran dalam perencanaan pengadaan?

Tugas 5: Menyusun Anggaran

• Apa yang dimaksud dengan anggaran? 
  • Batasan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang atau jasa 
• Seberapa pentingkah anggaran? 
  • Anggaran yang telah disetujui memastikan dana yang terbatas dapat dialokasikan dengan tepat untuk berbagai prioritas yang dimiliki pemerintah 
  • Anggaran dapat menentukan bagaimana kebutuhan dapat dipenuhi, sehingga dapat mendorong pemikiran inovatif (misalnya, mendapat hasil yang lebih maksimal dengan menggunakan dana yang ada) 
Pastikan bahwa anggaran disetujui oleh pihak berwenang yang tepat 


SESI 4
ANALISIS KEBUTUHAN

Tugas-tugas dalam langkah “analisis kebutuhan” 


Tugas 1: Memahami kebutuhan

• Untuk memulai suatu perencanaan pengadaan pengelola pengadaan perlu mengetahui dengan pasti: 
  • Barang apa yang perlu dibeli? 
  • Kapan barang/pekerjaan konstruksi/jasa dibutuhkan? 
  • Berapa anggaran yang dibutuhkan? 
• Untuk memahami kebutuhan, entitas pengadaan perlu menetapkan persyaratan pengadaan 
• Analisis kebutuhan adalah dokumen berisi jawaban atas pertanyaan di atas yang membantu menentukan persyaratan pengadaan 
• Analisis kebutuhan dilakukan untuk menetapkan barang/pekerjaan konstruksi/jasa yang dibutuhkan pada suatu saat tertentu 

Tugas 1: Memahami kebutuhan – Menetapkan persyaratan
  • Ketika membuat perencanaan, persyaratan yang terperinci tidak perlu ditetapkan 
  • Namun, persyaratan dasar minimum perlu ditentukan 
  • Apabila persyaratan dasar minimum tidak ditetapkan dengan benar, kemungkinan besar kebutuhan (misalnya, untuk keamanan) tidak dapat terpenuhi dan tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan 
  • Selain itu, jika persyaratan yang ditetapkan tidak memadai barang/jasa yang tersedia di pasar tidak dapat dipahami dengan tepat 
Tugas 1: Memahami kebutuhan – Menetapkan persyaratan (lanjutan) 
• Beberapa pertanyaan yang perlu dibahas ketika menetapkan persyaratan: 
  • Barang/jasa apa yang dapat memenuhi kebutuhan dan selaras dengan tujuan? 
  • Apakah berupa barang atau jasa saja, atau ‘paket’ (mis. barang berikut jasa)? 
  • Apakah sudah mempertimbangkan barang/jasa alternatif?
  •  Apa pertimbangan yang utama? Mis. kesinambungan, lead times (waktu tunggu), kualitas, life-cycle cost (biaya siklus hidup produk), dsb. 
  • Apakah ada opsi-opsi lain yang lebih berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan?
  •  Apakah sumber daya yang tersedia di dalam telah dipertimbangkan (daripada membeli) 
  • Berapa anggaran saat ini atau anggaran tahunan atau perkiraan anggaran untuk belanja barang/jasa? 
  • Apakah ada persyaratan untuk penyediaan barang/jasa, instalasi, pemeliharaan dan/atau pelatihan? ‒ Persyaratan apa yang bersifat wajib dan apa yang semata-mata merupakan keinginan?
  •  Apakah ada kebijakan pemerintah atau komitmen yang membatasi opsi-opsi? 
Tugas 1: Memahami kebutuhan – Menetapkan persyaratan (lanjutan) 
• Pikirkan persyaratan untuk kebutuhan berikut ini: 
  • pagar 
  • komputer 
  • mesin fotokopi 
  • penyejuk ruangan (AC) Perhatikan bagaimana definisi persyaratan untuk kebutuhan tersebut akan berbeda-beda tergantung pada tujuan dan kebutuhannya. 
Tugas 2: Memahami sifat dan skala kebutuhan 
• Untuk memahami sifat dan skala kebutuhan, perlu dipahami terlebih dahulu tentang seberapa banyak barang/pekerjaan konstruksi/jasa yang perlu diperoleh entitas pengadaan melalui pengadaan yang bersifat rutin, musiman atau pengadaan yang dilakukan satu kali saja untuk memenuhi tujuannya 

• Pertanyaan berikut ini harus diajukan untuk menentukan sifat dan skala kebutuhan 
  • ‒ Sampai sejauh mana/seberapa sering barang/jasa digunakan? 
  • ‒ Apakah kebutuhan tersebut berlangsung terus atau kadangkadang? 
  • ‒ Apakah kebutuhan tersebut untuk sementara waktu saja atau bersifat rutin? 
  • ‒ Apakah kebutuhan berfluktuasi pada waktu-waktu tertentu? 
Tugas 3: Opsi-opsi untuk memenuhi kebutuhan

Pertanyaan yang perlu diajukan untuk menentukan apakah pengadaan perlu dilakukan atau tidak:
  • Apakah kegiatan pengadaan benar-benar diperlukan?
  • Apakah kebutuhan dapat dipenuhi dengan barang/jasa yang ada? 
  • Apakah kebutuhan dapat dipenuhi oleh penyedia barang/jasa yang ada (yang memiliki kontrak payung)? 
  • Apakah barang/jasa alternatif dapat digunakan? 
  • Apakah barang/jasa pengganti dapat digunakan? 
  • Apakah kebutuhan dapat dikurangi? 

SESI 5
ANALISIS PASAR PENYEDIA BARANG/JASA

Tugas-tugas dalam “analisis pasar penyedia barang/jasa



Faktor-faktor pasar penyedia barang/jasa apa saja yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan pengadaan? 

Tugas 1: Faktor-faktor pasar penyedia barang/jasa sebagai bahan pertimbangan 

• Jumlah penyedia barang/jasa dan kontrol yang dilakukannya terhadap pasar (struktur pasar) 
  • Monopoli 
  • Oligopoli 
  • Persaingan Monopolistik 
  • Persaingan sempurna 

• Tingkat persaingan dan faktor-faktor penting yang membedakannya



Tugas 1: Faktor-faktor pasar penyedia barang/jasa sebagai bahan pertimbangan (lanjutan) 

Bagaimana caranya agar penyedia barang/jasa yang tersedia di pasar tertarik untuk berpartisipasi?

Pasar penyedia barang/jasa hanya tertarik oleh prosedur pengadaan barang/jasa yang adil, terbuka dan transparan yang mencakup dokumentasi pengadaan nonrestriktif, dokumen persyaratan kualifikasi dan dokumen kontrak; prosedur evaluasi yang adil dan objektif juga penting. 
  • Nilai belanja proporsional dengan pembelian yang dilakukan oleh pembeli lainnya 
  • Nilai belanja proporsional dengan penghasilan penyedia barang/jasa 
  • Opsi-opsi yang dihasilkan dan daya tawar 
  • Nilai tinggi sebagai pelanggan = peluang maksimum untuk mendapatkan nilai untuk uang
Tugas 1: Faktor-faktor pasar penyedia barang/jasa sebagai bahan pertimbangan (lanjutan) 

• Pelanggan bernilai tinggi memiliki posisi yang kuat sehingga konsep nilai untuk uang lebih memungkinkan untuk dicapai!

Tugas 1: Faktor-faktor pasar penyedia barang/jasa sebagai bahan pertimbangan (lanjutan) 

• Sifat rantai pasokan (proses untuk menyediakan barang/jasa) 
  • Apakah rantai pasokan mencakup, misalnya, agen, pedagang besar, distributor, atau reseller? 
  • Apakah penyedia barang/jasa berasal dari tingkat lokal, regional atau internasional? 
  • Apakah ada risiko bahwa ketersediaan barang/jasa berfluktuasi dari waktu ke waktu?
Tugas 1: Faktor-faktor pasar penyedia barang/jasa sebagai bahan pertimbangan (lanjutan) 

• Hal-hal terkait lainnya (keberlanjutan, politik, teknologi…) 
  • Apakah keberlanjutan dapat berdampak pada ketersediaan, harga, atau kualitas barang/jasa yang diperlukan? 
  • Apakah perlu menyadari bahwa budaya perlu dijadikan bahan pertimbangan? 
  • Apakah kebijakan atau undang-undang memengaruhi penyedia barang/jasa? 
  • Apakah akan melibatkan hubungan perdagangan antarpemerintah? 
  • Apakah tren teknologi dapat mengakibatkan barang menjadi tertinggal teknologinya?

Tugas 2: Metode untuk menganalisis pasar penyedia barang/jasa 

• Analisis pasar dapat dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi 
  • Misalnya, seorang pengelola pengadaan mungkin memiliki pengetahuan yang baik tentang telepon genggam yang tersedia di pasar 
• Namun demikian ada berbagai cara untuk melakukan analisis pasar penyedia barang/jasa yang perlu digunakan

Metode apa yang akan Anda gunakan untuk menganalisis pasar penyedia barang/jasa?

Tugas 2: Metode analisis pasar penyedia barang/jasa (lanjutan) 

  • Riset dalam jaringan (online) 
  • Badan-badang industri 
  • Publikasi khusus industri 
  • Riset pasar independen dan pelaporan 
  • Riset pasar khusus 
  • Badan-badan pemerintah, milik pemerintah atau di bawah pemerintah 
  • Penjajakan pasar 
  • Surat kabar dan media lainnya 
  • Laporan tahunan dan publikasi perusahaan lainnya
Apa saja kekuatan dan kelemahan setiap metode analisis pasar yang diidentifikasi? 

Tugas 2: Metode analisis pasar penyedia barang/jasa (lanjutan) 


Tugas 2: Metode analisis pasar penyedia barang/jasa (lanjutan)



SESI 6
IDENTIFIKASI RISIKO 

Tugas-tugas dalam “identifikasi risiko” 



Risiko
Risiko dapat didefinisikan sebagai: 
  • Peluang terjadinya sesuatu yang akan berdampak terhadap tujuan 
  • Risiko paling sering dikaitkan dengan akibat dan dampak negatif yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diinginkan 
  • Namun demikian, risiko dapat didefinisikan sebagai ketidakpastian hasil yang dapat diukur, baik peluang positif maupun dampak negatif 

Risiko adalah: 
  • Kemungkinan, peluang dan akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya suatu peristiwa 

Pentingnya identifikasi risiko 
• Manfaat identifikasi dan pengelolaan risiko 
  • Risiko dapat didentifikasi, dimitigasi, dan dikelola guna memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa selama proses pengadaan 
  • Mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian atau peristiwa berbiaya tinggi 
  • Meningkatkan kemungkinan pemenuhan kebutuhan yang tepat waktu 
  • Meningkatkan hasil pengadaan yang strategis 
  • Melindungi kredibilitas dan reputasi 
  • Memberikan perlindungan yang lebih baik bagi aset dan sumber daya manusia 
  • Mengurangi adanya tuntutan litigasi 
Apa saja risiko yang dapat timbul dalam pembelian barang melalui internet? 

Berdasarkan pengalaman Anda, jelaskan berbagai manfaat yang dihasilkan dari identifikasi risiko dalam proses pengadaan barang/jasa

Pentingnya identifikasi risiko (lanjutan) 
Menghilangkan semua risiko tidak mungkin dapat dilakukan. Namun, mengidentifikasi, mengelola dan memitigasi dampak merugikan yang mungkin ditimbulkan oleh risiko sangatlah penting untuk dilakukan! 

Proses pengelolaan risiko Pengelolaan risiko
adalah proses mengidentifikasi, melakukan penilaian dan menangani hal-hal yang dapat mengakibatkan timbulnya risiko


Identifikasi risiko dan kategori risiko 
• Risiko dapat dibagi menjadi tiga kategori umum: 
• Dapat dicegah– Risiko yang dapat dimitigasi dan dicegah sebelum risiko tersebut menimbulkan masalah dalam pengadaan Contoh: Dokumentasi yang tidak baik dan analisis pasar yang tidak memadai, dll. 

• Strategis– Risiko yang harus berimbang dengan hasil, kebutuhan, dan tujuan pengadaan. Contoh: Rantai Pasokan, Biaya vs Kualitas, Anggaran, dll. 

• Eksternal– Risiko yang tidak dapat diprediksi atau dimitigasi, tetapi harus diketahui oleh pengelola pengadaan Contoh: Tsunami, Perubahan peraturan, dll.  

Identifikasi risiko (lanjutan) 
• Risiko dapat diidentifikasi dengan metode berikut ini 
  • Curah pendapat dengan tim Anda 
  • Wawancara, khususnya dengan pemangku kepentingan proyek atau penasihat teknis 
  • Menggunakan daftar periksa (check lists) 
  • Analisis SWOT (strengths/kekuatan, weaknesses/kelemahan, opportunities/peluang and threats/ancaman) 

• Analisis SWOT bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dianggap penting untuk mencapai tujuan. Analisis SWOT mengelompokkan informasi menjadi dua kategori utama: 
  • faktor internal
  • kekuatan dan kelemahan internal bagi organisasi 
  • faktor eksternal 
  • peluang dan ancaman yang disediakan oleh lingkungan eksternal bagi organisasi 
Penilaian risiko
Setelah diidentifikasi, kemungkinan dan dampak dapat digolongkan, yang berarti menilai risiko sebagaimana ditunjukkan oleh matriks di bawah ini 


Mitigasi risiko 
  • Setelah identifikasi dan penilaian terhadap risiko tertentu telah dilakukan, risiko tersebut dapat dimitigasi 
  • Beberapa risiko tertentu terdapat pada proses pengadaan barang/jasa (misalnya penundaan jadwal) 
  • Risiko lain akan berkaitan dengan kegiatan selanjutnya setelah penyedia barang/jasa mendapatkan kontrak (misalnya mobilisasi atau pengelolaan kontrak yang sedang berjalan) 
  • Diperlukan rencana aksi terkait setiap risiko yang teridentifikasi dalam proses pengadaan untuk memitigasi kemungkinan terjadinya risiko tersebut beserta dengan akibat yang ditimbulkan/dampaknya.
Contoh Rencana Mitigasi Risiko dalam Proses Perencanaan Pengadaan 


SESI 7
MENENTUKAN METODE PENGADAAN 

Tugas-tugas dalam “menentukan metode pengadaan barang/jasa” 


Metode pengadaan 
  • Metode pengadaan adalah pendekatan yang digunakan untuk melibatkan pasar 
  • Ketika penyedia barang/jasa diundang untuk memberikan penawaran, proses pengadaan barang/jasa dapat terjadi dalam berbagai cara 
  • Dalam perencanaan pengadaan, metode pengadaan yang paling sesuai untuk

Metode pengadaan apa yang pernah Anda pertimbangkan dan gunakan pada saat Anda membeli barang keperluan pribadi Anda?

Faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan metode pengadaan barang/jasa



Jenis-jenis metode pengadaan 
• Pelelangan Terbuka/Pelelangan Kompetitif: 
  • Melibatkan pengumuman kepada publik tanpa pembatasan penyedia barang/jasa mana yang dapat berpartisipasi 
  • Dapat diterapkan pada pengadaan barang/jasa berapapun nilainya 
  • Dapat diterapkan pada pekerjaan yang kompleks maupun yang tidak 
  • Dapat digunakan untuk pengadaan barang, jasa nonkonsultansi atau pekerjaan konstruksi 

Jenis-jenis metode pengadaan (lanjutan) 
• Pelelangan Terbatas: 
  • Pelelangan terbatas pada dasarnya adalah pelelangan kompetitif dengan memberikan undangan langsung kepada beberapa penyedia barang/jasa tertentu yang memenuhi syarat tanpa pengumuman secara terbuka (jumlah penawar terbatas) 
  • Pelelangan terbatas dapat menjadi metode yang tepat apabila hal-hal berikut ini terjadi a) Jumlah penyedia barang/jasa terbatas b) Alasan khusus lainnya dapat menjadi pembenaran untuk tidak melakukan prosedur pelelangan kompetitif secara penuh 
  • Dapat digunakan untuk pengadaan barang, jasa nonkonsultan atau pekerjaan konstruksi 

Jenis-jenis metode pengadaan (lanjutan)
Penunjukan langsung/Pemilihan langsung: 
  • Penunjukan langsung/pemilihan langsung tidak memberikan manfaat kompetisi secara penuh dari segi kualitas dan biaya, kurang transparan dalam hal pemilihan dan dapat mendorong praktik-praktik yang tidak dapat diterima 
  • membutuhkan justifikasi dan persetujuan dari pejabat di tingkat yang lebih tinggi 
  • Penunjukan langsung/pemilihan langsung mungkin tepat hanya apabila metode ini memberikan manfaat lebih dibandingkan metode kompetisi: 

a) Untuk tugas-tugas yang merupakan kelanjutan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya 
b) Untuk kebutuhan yang mendesak dan darurat, misalnya dalam situasi tanggap bencana 
c) Untuk pengadaan bernilai kecil atau berjangka waktu singkat 
d) Apabila hanya ada satu perusahaan yang memenuhi syarat atau pengalaman yang sangat berguna untuk melakukan pekerjaan tersebut 


Sumber: MCA-I

Post a Comment

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.