SELAMAT DATANG Selamat datang di modul "Menyusun Dokumen Pengadaan ". Terima kasih telah menghadiri pelatihan penting ini. Pengadaan barang/jasa pemerintah yang efisien dan efektif merupakan suatu fungsi sektor pemerintah yang strategis dan merupakan suatu komponen dasar dalam tata kelola yang baik. Seperti negara-negara lain, sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang saat ini diterapkan di Indonesia sangat rentan terhadap kecurangan, pemborosan, dan penyalahgunaan yang dapat mengakibatkan kebocoran dana yang signifikan dan penurunan kualitas barang, pekerjaan konstruksi, dan jasa. Proyek Modernisasi Pengadaan dirancang dengan tujuan untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam melakukan penghematan pengeluaran pemerintah secara signifikan dengan tidak mengurangi - atau dengan meningkatkan - kualitas barang dan jasa yang diperoleh dari proses pengadaan. Proyek ini mencakup kegiatan-kegiatan untuk membangun jenjang karir bagi para pegawai negeri sipil bidang pengadaan, menciptakan peran dan struktur institusional yang memberikan kewenangan yang memadai bagi para pengelola pengadaan untuk mengimplementasikan praktik pengadaan yang baik, dan memperkuat pengendalian seperti audit pengadaan dan keuangan untuk memastikan adanya peningkatan kinerja institusional. 

Modul ini dibagi ke dalam sesi-sesi pelatihan yang diadakan selama tiga hari; namun, lama pelatihan per hari dan per sesi dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Modul ini diberikan berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa:

  • Pembelajaran bersifat mandiri 
  • Pembelajaran sesuai dengan kebutuhan langsung dan sangat partisipatif 
  • Pembelajaran dilakukan berdasarkan pengalaman (peserta pelatihan dan fasilitator saling belajar dari pengalaman satu sama lain) 
  • Pelatihan mengalokasikan waktu untuk refleksi dan pemberian umpan balik yang bersifat korektif 
  • Suasana saling menghormati tercipta antara fasilitator dan para peserta pelatihan
Buku panduan ini disusun berdasarkan agenda harian pelatihan. Setiap bagian dimulai dengan pengenalan topik secara umum. Buku panduan ini juga menunjukkan perkiraan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap sesi pelatihan dan materi serta persiapan yang dibutuhkan.


SESI 1
GAMBARAN UMUM TAHAP PENYUSUNAN DOKUMEN PENGADAAN 

Tujuan 
Di akhir sesi ini, Anda akan dapat: 
  • Mengetahui dan memahami langkah-langkah penting dalam tahap penyusunan dokumen pengadaan
  • Mengidentifikasi komponen penting dalam dokumen pengadaan 
  • Memahami pentingnya dokumen pengadaan 
  • Memahami tanggung jawab pengelola pengadaan dan ahli teknis dalam penyusunan dokumen pengadaan 
Gambaran umum: tahapan proses pengadaan

Pengadaan memiliki proses yang rumit, tetapi terstruktur dengan baik dan melibatkan banyak pihak dalam setiap tahap. Proses pengadaan terdiri dari tahapan berikut ini:

Apa yang dimaksud dengan dokumen pengadaan?
Apa saja yang disertakan dalam dokumen pengadaan? 




Apa yang dimaksud dengan dokumen pengadaan? 

•Tiga jenis dokumen pengadaan pada umumnya 
  • Undangan Lelang (Invitation to Bid) 
  • Permintaan Penawaran Harga (Request for Quotation) 
  • Permintaan Proposal (Request for Proposal) 

• Dokumen pengadaan setidaknya mencakup bagian yang mencantumkan tentang: 
  • Undangan Lelang atau Permohonan Proposal 
  • Instruksi, persyaratan, dan pemberitahuan untuk penawar 
  • Kriteria kualifikasi dan kriteria evaluasi 
  • Syarat dan ketentuan dalam kontrak 
  • Rancangan perjanjian/kontrak 
  • Lampiran, dokumen pendukung 
  • Kerangka Acuan Kerja (mencakup informasi harga/biaya)/ Pernyataan Pekerjaan (Statement of Work), Ruang lingkup Pekerjaan (Scope of Work), Tujuan, Rincian teknis barang/pekerjaan konstruksi/jasa, spesifikasi, Gambar kerja (Drawing), Hasil Kerja (Deliverables), dan Formulir Isian (Response Forms) 

Mengapa penyusunan dokumen pengadaan merupakan tahap yang penting?

Pentingnya proses penyusunan dokumen pengadaan 



Faktor penting untuk dipertimbangkan dalam tahap penyusunan dokumen pengadaan 




Apa peran dan tanggung jawab pengelola pengadaan dan ahli teknis dalam tahap penyusunan dokumen pengadaan?

Tugas dan tanggung jawab dalam penyusunan dokumen pengadaan

Ahli Teknis 
  • Menyusun bagian teknis dalam dokumen pengadaan (TOR, spesifikasi, Pernyataan Pekerjaan (SOW), gambar kerja) 
  • Memberikan klarifikasi jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh dan melalui pengelola pengadaan 
  • Dapat ikut serta dalam kunjungan lapangan dan rapat penjelasan (aanwijzing) sebelum penawaran/proposal diajukan 
  • Membantu pengelola pengadaan dalam menyusun perubahan persyaratan (apabila diminta dan diperlukan) 
Pengelola Pengadaan 
  • Menyusun dokumen pengadaan 
  • Mempublikasikan pengumuman pengadaan 
  • Menyelenggarakan rapat penjelasan (aanwijzing) sebelum penawaran/proposal diajukan 
  • Mengatur kunjungan lapangan 
  • Menangani semua interaksi dan korespondensi dengan penawar 
  • Menerima dan membuka penawaran/proposal

Sesi 2 
Dokumen Pengadaan 

Informasi apa yang diberikan dalam dokumen pengadaan kepada para penawar?

Gambaran umum 
• Dokumen pengadaan mencantumkan semua materi penawaran/proposal yang relevan yang perlu disiapkan dan diserahkan oleh penawar 
• Dokumen pengadaan memuat: 
  • Instruksi, Persyaratan dan Pemberitahuan kepada penawar 
  • Kriteria kualifikasi dan kriteria evaluasi 
  • Syarat dan ketentuan kontrak 
  • Rancangan perjanjian/kontrak 
  • Lampiran/dokumen pendukung 
  • Kerangka Acuan Kerja (mencakup informasi biaya/harga), Pernyataan Pekerjaan (Statement of Work), spesifikasi, Gambar Kerja (Drawing), Hasil Kerja (Deliverables), dan Formulir Isian (Response Form)
Informasi apa yang biasanya disertakan pada bagian Instruksi, Persyaratan dan Pemberitahuan untuk penawar dalam dokumen pengadaan?

Instruksi, Persyaratan dan Pemberitahuan untuk Penawar
  • Instruksi untuk penawar biasanya mencakup:  
  • Informasi tentang sumber dana/pembiayaan 
  • Ruang lingkup pengadaan 
  • Persyaratan penawaran/penyerahan proposal 
  • Ketentuan umum pengadaan 
  • Instruksi untuk penyiapan penawaran/proposal mencakup pengaturan, penyusunan format, penyampaian dan pembukaan penawaran/proposal 
  • Manajemen komunikasi selama proses penyusunan penawaran/proposal 
  • Eligibilitas penawar 
  • Aanwijzing/rapat penjelasan dan kunjungan lapangan 
  • Prosedur penyampaian sanggahan 

Instruksi, Persyaratan dan Pemberitahuan untuk Penawar (lanjutan)



Apa perbedaan antara kriteria kualifikasi dan kriteria evaluasi? 

Kriteria kualifikasi dan kriteria evaluasi

Kriteria Kualifikasi
  • Kriteria kualifikasi menentukan apakah penawar dapat bertanggung jawab dan memiliki kapabilitas dan kapasitas untuk melakukan suatu pekerjaan/menyediakan barang  
Kriteria Evaluasi
  • Kriteria evaluasi merupakan dasar penilaian terhadap penawaran dan pemilihan penawar untuk melakukan suatu pekerjaan 
  • Kriteria evaluasi mencerminkan kebutuhan yang ditetapkan dalam tahap perencanaan pengadaan 
  • Kriteria evaluasi mencerminkan tujuan dan kebutuhan yang ditetapkan dalam tahapan perencanaan dan merupakan dasar penilaian terhadap penawaran/proposal yang diterima 
Lampiran/dokumen pendukung 
• Dokumen pendukung terdiri dari data atau dokumen tambahan selain komponen inti yang terdapat dalam dokumen pengadaan 
• Bisa disertakan dalam bagian terpisah, atau dalam kerangka acuan kerja sebagai lampiran tambahan 
• Contoh dokumen pendukung: 
  •  Persetujuan pemberian wewenang (Authority Approvals) 
  •  Kalkulasi 
  •  Hasil pengujian 
  •  Data historis 

Formulir isian (Response Form) 

Formulir isian dibuat oleh staf pengadaan dan disertakan dalam dokumen pengadaan 
• Penawar dapat menggunakan formulir isian untuk memaparkan perincian dan informasi 
• Setiap formulir harus: 
  •  Memfasilitasi kepatuhan penawar terhadap peryaratan penawaran 
  •  Memfasilitasi penawar agar dapat memenuhi semua kriteria evaluasi 
  •  Mencantumkan ketentuan untuk penghitungan harga 

Sesi 3 
Instruksi, Persyaratan, dan Pemberitahuan untuk Penawar

Instruksi, Persyaratan, dan Pemberitahuan untuk Penawar

Instruksi untuk penawar memberikan informasi yang diperlukan untuk menyiapkan dan menyampaikan proposal. Instruksi untuk penawar biasanya memuat:
  • Informasi tentang sumber dana/pembiayaan 
  • Ruang lingkup pengadaan 
  • Persyaratan penawaran/penyerahan proposal 
  • Ketentuan umum pengadaan 
  • Instruksi untuk penyiapan penawaran/proposal mencakup pengaturan, penyusunan format, penyampaian dan pembukaan penawaran/proposal 
  • Manajemen komunikasi selama proses penawaran/pengadaan 
  • Eligibilitas penawar 
  • Rapat penjelasan (aanwijzing) dan kunjungan lapangan 
  • Prosedur penyampaian sanggahan   
Jenis informasi tentang sumber dana/pembiayaan apa yang biasanya diberikan dalam Instruksi, Persyaratan, dan Pemberitahuan untuk Penawar? 

Informasi tentang sumber dana/pembiayaan dan ruang lingkup pengadaan

Informasi tentang sumber dana/pembiayaan

  • Mencakup penjelasan tentang satu entitas atau lebih yang membiayai pengadaan serta informasi tentang ketersediaan dana untuk pengadaan 
  • Satu pengadaan bisa saja didanai oleh beberapa entitas. Misalnya, Bank Dunia dan Pemerintah Indonesia mendanai proyek yang sama. 
Ruang Lingkup Pengadaan 
  • Penjelasan tentang pengadaan yang akan dilakukan dan proses pengadaan sesuai dengan pedoman pengadaan, peraturan dan/atau undang-undang 
Berdasarkan Activity pengalaman Anda, jelaskan mengapa penting untuk memberikan instruksi, persyaratan dan pemberitahuan yang jelas dalam dokumen pengadaan kepada penawar.

Bagaimana penyusunan instruksi yang baik agar selaras dengan prinsip-prinsip pengadaan?

Bagaimana penyusunan instruksi yang baik agar selaras dengan prinsip-prinsip pengadaan?

Persyaratan penawaran 

Persyaratan penawaran (lanjutan) 
Persyaratan penawaran dapat mencakup informasi berikut ini:





Instruksi untuk penyiapan penawaran/ proposal



Rapat penjelasan (aanwijzing) dan kunjungan lapangan 




Perincian pengadaan: evaluasi dan proses pengumuman pemenang
• Informasi terperinci terkait dengan evaluasi penawaran dan rekomendasi dalam proses pengumuman pemenang harus dicantumkan dalam dokumen pengadaan
• Misalnya, instruksi untuk penawar biasanya menyatakan halhal berikut ini:

  • Setelah tinjauan terhadap kepatuhan administratif dilakukan, panel evaluasi teknis akan mengevaluasi proposal/penawaran sesuai berdasarkan kriteria evaluasi 
  • Setelah proses evaluasi selesai, lembaga yang membutuhkan pengadaan akan memberikan kontrak kepada penawar yang terpilih dan akan segera memberitahukan hasil evaluasi kepada semua penawar yang telah menyampaikan proposal atau penawaran 
Perincian pengadaan: prosedur penyampaian sanggahan



Akuntabilitas dan proses penyampaian sanggahan

• Aturan tentang sanggahan: 
  • Mengizinkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk melakukan sanggahan terhadap suatu tindakan pengadaan 
  • Menerapkan akuntabilitas
  • Memberikan penjelasan kepada penawar yang gagal, apabila diminta, alasan mengapa penawaran atau proposal mereka ditolak atau tidak terpilih 
  • Menetapkan dan menerapkan proses untuk menanggapi sanggahan yang diajukan 
• Aturan penyampaian sanggahan harus tercantum dalam semua dokumen pengadaan yang didistribusikan kepada semua pihak yang berminat 
• Calon penawar terikat oleh aturan ini, dan dengan menyampaikan penawaran atau sanggahan/protes harus mengikuti aturan dan proses penyampaian sanggahan sebelum mengambil tindakan hukum atau mengajukan tuntutan di pengadilan


Sesi 4 
Kriteria dan Metode Evaluasi


Apa yang dimaksud dengan kriteria evaluasi?



Mengapa kriteria evaluasi perlu dimasukkan ke dalam dokumen pengadaan? 

Pentingnya Kriteria evaluasi
Penyusunan kriteria evaluasi yang tepat, adil, dan tidak restriktif sangat berperan penting dalam keberhasilan pengadaan barang/jasa secara keseluruhan. Kriteria evaluasi yang baik: 



Menyusun Kriteria Evaluasi 



Berdasarkan pengalaman Anda, apakah Anda dapat menyebutkan apa saja yang dapat menjadi dasar penyusunan kriteria evaluasi?

Kriteria evaluasi pada umumnya 


Pengadaan apa yang paling tepat dievaluasi dengan menggunakan sistem gugur?

Metode evaluasi 
1- Kriteria Wajib (kualifikasi dan kelayakan) (sistem gugur) 
2 – Kriteria kualitas dan pengalaman (sistem nilai/ merit point system) 
3 – Harga/Biaya 

Kriteria wajib (sistem gugur) 
  • Kriteria wajib digunakan untuk menentukan standar, kualifikasi, atau persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh penawar 
  • Dengan menerapkan sistem gugur, ada dua hasil evaluasi (lulus atau gugur, dapat diterima atau tidak dapat diterima) 
  • Dalam keadaan tertentu, kriteria wajib dapat diberlakukan tanpa sistem pemeringkatan 
  • Sistem ini tepat untuk digunakan apabila instansi pengadaan ingin mendapatkan nilai yang terbaik dari penawaran dengan harga terendah yang memenuhi semua persyaratan (Secara teknis, harga terendah dapat diterima) 
Kriteria kualitas dan pengalaman (sistem nilai)

Apabila evaluasi penawaran/proposal harus mempertimbangkan aspek teknis dan harus melihat yang mana yang lebih unggul, kriteria kualitas/pengalaman dapat diterapkan 
  • Kualitas dapat diukur dengan sistem nilai 
  • Dengan menggunakan sistem nilai, nilai tinggi atau rendah diberikan berdasarkan nilai penawaran/proposal dan unsur-unsur tertentu yang berkaitan dengan kriteria evaluasi 
  • Merupaka sistem yang tepat apabila instansi pengadaan ingin mendapatkan hasil pengadaan dengan nilai terbaik dari penawaran yang harganya mungkin bukan yang paling rendah atau keunggulan teknisnya bukan yang paling tinggi, tetapi merupakan solusi terbaik secara keseluruhan 
  • Pembobotan (dengan menggunakan persentase sampai dengan 100%) dapat digunakan untuk menunjukkan prioritas dari berbagai kriteria yang ditetapkan 
  • Dalam panduan evaluasi yang telah disusun dan disetujui sebelum penerimaan penawaran/proposal, rincian pembobotan yang telah ditentukan tersebut mungkin tercantum. Biasanya, tetapi tidak selalu, disertakan sebagai salah satu bagian dalam dokumen pengadaan. 

Contoh kriteria evaluasi (kualitas dan pengalaman) 



Harga (sistem biaya) 
  • Penilaian terhadap harga yang diajukan penawar dapat dilakukan dengan seksama melalui evaluasi harga 
  • Ada banyak metode untuk menganalisis dan mengevaluasi harga yang diajukan. Ada beberapa metode yang lebih rumit daripada metode lainnya. 
  • Evaluasi harga dengan sistem biaya bertujuan untuk menentukan nilai untuk uang dari setiap penawaran/proposal yang diterima dengan menggunakan nilai untuk membuat peringkat dari penawaran yang diterima tersebut 
  • Harga harus dipertimbangkan dalam semua evaluasi 


Sesi 5 
Jenis-Jenis Kontrak

Unsur-unsur apa saja yang diperlukan untuk membuat kontrak yang mengikat secara hukum? 

Kontrak adalah… 
Kontrak adalah perjanjian yang mengikat berdasarkan penawaran, penerimaan, kontraprestasi, legalitas, timbal balik, kompetensi dan kapasitas 



Berilah salah satu contoh jenis kontrak

Jenis-jenis kontrak

  • Ada beberapa jenis kontrak yang dapat digunakan dan pemilihannya dapat berdasarkan faktor-faktor seperti metode pembayaran, tanggung jawab hasil kinerja, keseimbangan risiko antara pihak-pihak yang terlibat, ketentuan penyerahan hasil atau jumlah dan sifat insentif laba 
  • Jenis-jenis kontrak yang paling umum memberikan pembarayan berdasarkan lump sum, harga satuan, atau gabungan antara lump sum dan harga satuan 


Pertimbangan dalam memilih jenis kontrak

  • Dokumen pengadaan harus menyatakan dengan jelas jenis kontrak yang akan dibuat dan berisi ketentuan kontrak yang sesuai dengan kontrak yang akan dibuat 
  • Besar-kecilnya nilai kontrak dan ruang lingkupnya tergantung pada besar kecilnya nilai, ruang lingkup dan kompleksitas suatu pengadaan 
  • Risiko pengadaan: Jenis kontrak bervariasi menurut tingkat tanggung jawab dan risiko yang dipikul oleh kontraktor terkait dengan biaya dan pelaksanaan 
  • Pemilihan jenis kontrak tergantung pada faktor-faktor seperti jenis dan kompleksitas pengadaan, keseimbangan risiko antara pihak-pihak yang terlibat, pertimbangan pasar, kondisi yang mendesak, ketersediaan dana, administrasi kontrak dan beban pengawasan, memadai atau tidaknya sistem akuntansi kontraktor, untuk meminimalisasi biaya overhead dan biaya mobilisasi 
Kontrak Lump Sum 



Kontrak berdasarkan Harga Satuan



Kontrak gabungan antara lump sum dan harga satuan 
  • Terdiri dari lump sum dan harga satuan untuk berbagai komponen dalam ruang lingkup pengadaan (keduanya dengan harga tetap) 
  • Dalam beberapa kasus, mungkin lebih praktis untuk menerapkan kontrak lump sum, menerapkan harga tetap untuk komponen pekerjaan konstruksi/jasa tertentu (apabila ruang lingkupnya jelas) dan harga satuan untuk barang, pekerjaan konstruksi atau jasa untuk kebutuhan kontrak lainnya. 
Kontrak berdasarkan persentase
  • Biasanya digunakan untuk jasa di bidang arsitektur 
  • Honor yang dibayarkan kepada konsultan berkaitan langsung dengan biaya perkiraan/biaya aktual pembangunan proyek 
  • Kontrak dinegosiasikan berdasarkan norma-norma pasar dan/atau perkiraan upah bulanan staf yang memberikan jasa tersebut 
  • Di bidang jasa arsitektur atau teknik, kontrak berdasarkan persentase tidak mendorong penggunaan sumber daya secara ekonomis sehingga tidak dianjurkan 
  • Penggunaannya dalam jasa arsitektur hanya dianjurkan apabila berdasarkan biaya tetap dan mencakup jasa yang ditetapkan secara pasti 
Kontrak Terima Jadi (Turnkey)


Kontrak Indefinite Delivery


Pertimbangan lainnya 


Sesi 6
Formulir Isian

Apa tujuan penggunaan formulir isian?

Apa yang dimaksud dengan formulir isian?
• Formulir isian disertakan dalam dokumen pengadaan untuk digunakan oleh penawar untuk memberikan perincian dan informasi tentang penawaran barang/pekerjaan konstruksi/jasa yang diajukan oleh penawar 
• Formulir isian digunakan untuk mempersiapkan proposal teknis, administratif, dan harga. Templat formulir isian dirancang oleh pengelola pengadaan dan disertakan dalam dokumen pengadaan pada saat dipublikasikan 
• Formulir isian harus: 
  •  Memfasilitasi penawar agar dapat mematuhi persyaratan untuk mengajukan penawaran 
  •  Memfasilitasi penawar agar mengajukan penawaran sesuai dengan kriteria evaluasi 
  •  Memuat ketentuan untuk penghitungan harga 
Dalam proses pemilihan penyedia dan evaluasi penawaran, mengapa kita menggunakan formulir isian dan dokumen yang disertakan dalam dokumen pengadaan? 
Mengapa formulir isian penting untuk digunakan?




Mengapa formulir isian penting untuk digunakan? Formulir isian dapat memuat ketentuan penghitungan harga dengan cara: 




Berikan beberapa contoh formulir isian yang berbeda yang dapat disertakan dalam dokumen pengadaan?

Contoh Formulir Isian yang Disertakan dalam Dokumen Pengadaan 
• Dokumen pengadaan dapat menyertakan formulir isian agar penawar memberikan informasi berikut ini:



Contoh Formulir Isian yang Disertakan dalam Dokumen Pengadaan (lanjutan) 




Pikirkan tentang prinsip dasar pengadaan yang Anda pelajari pada Modul Pertama.
Apa hubungan antara penggunaan formulir isian dengan penerapan prinsip dasar pengadaan?
Prinsip apa saja yang dapat diterapkan dalam penggunaan formulir isian?


SESI 7
KERANGKA ACUAN KERJA, SPESIFIKASI DAN PERNYATAAN KERJA (STATEMENT OF WORK) 

Informasi apa yang sebaiknya dicantumkan dalam Kerangka Acuan Kerja? 

Apa yang dimaksud dengan Kerangka Acuan Kerja? 
• Kerangka Acuan Kerja adalah dokumen yang menjelaskan tentang: 
  • – Latar belakang 
  • – Tujuan 
  • – Sumber pendanaan 
  • – Waktu pengiriman atau pelaksanaan 
  • – Perkiraan biaya untuk jasa yang diperlukan 
  • – Perincian persyaratan/spesifikasi 
  • – Hasil kerja 

• Digunakan sebagai dasar pembuatan perjanjian kontraktual 
• Pada umumnya digunakan untuk pengadaan jasa 
• Sebaiknya disiapkan oleh lembaga yang membutuhkan pengadaan, pengelola pengadaan, atau lembaga lain yang bergerak di bidang pekerjaan yang akan dilakukan 
• Ruang lingkup jasa yang disebutkan dalam kerangka acuan kerja harus sesuai dengan anggaran yang telah disetujui dalam rencana pengadaan 

Isi Kerangka Acuan Kerja: Latar belakang dan tujuan 



Isi Kerangka Acuan Kerja: Sumber pendanaan dan persyaratan pengiriman atau pelaksanaan



Isi Kerangka Acuan Kerja: Perkiraan Harga dan Perincian Persyaratan/Spesifikasi dan Hasil Kerja



Isi Kerangka Acuan Kerja: Perkiraan Harga dan Perincian Persyaratan/Spesifikasi dan Hasil Kerja (lanjutan) 



Pernyataan Kerja (Statement of Work) 




Mengapa Kerangka Acuan Kerja dan Pernyataan Kerja (Statement of Work) merupakan dokumen yang penting? 

Apa yang akan terjadi apabila Kerangka Acuan Kerja dan Pernyataan Kerja disusun secara tidak memadai atau tidak lengkap?

Spesifikasi 
  • Spesifikasi adalah persyaratan tertulis yang mendefinisikan kebutuhan pengadaan 
  • Spesifikasi harus dibuat berdasarkan karakteristik yang relevan dan/atau persyaratan kinerja 
  • Hindari penggunaan nama merek, nomor katalog, atau hal serupa 
  • Spesifikasi teknis harus jelas dan tidak hanya mencakup persyaratan fungsional dan spesifikasi teknis, tetapi juga mencakup persyaratan yang berdampak pada proyek 
  • Spesifikasi atau perincian fisik atau fungsional barang berwujud harus mencakup semua ketentuan dan kriteria yang relevan 
  • Harus bersifat generik agar dapat membuka kompetisi yang seluas mungkin 
Sebutkan tiga jenis spesifikasi. Jelaskan secara singkat masing-masing jenis tersebut.  

Penyusunan spesifikasi 
  • Spesifikasi dimasukkan ke dalam kerangka acuan kerja atau pernyataan kerja dan dapat disebut sebagai salah satu atau gabungan dari jenis berikut ini: 


Penyusunan spesifikasi (lanjutan)


Penyusunan spesifikasi (lanjutan) 



Penyusunan spesifikasi (lanjutan) 



SUMBER: MCA-I

Post a Comment

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.