Situsasi krisis ekonomi di depan mata ini memang bisa membuat mental kita down apalagi bila kita tidak hati-hati membuat kita tidak berdaya, Banyak para eksekutif atau pemilik usaha panik dan stres. Situasi external yang berubah begitu cepat unpredictable membuat banyak orang merasa bahwa segala upaya sudah gagal  dan tidak ada jalan lain.

Banyak orang terlalu nyaman dalam kondisinya sehingga mereka tidak berani menggulirkan perubahan- perubahan baik di dalam bisnis maupun pengembangan dirinya. Pada saat seperti inilah setiap individu mestinya perlu menghidupkan rasa keterdesakan dalam dirinya. Jika rasa keterdesakan tidak muncul, perlu di cek mengapa  rasa tersebut tidak muncul ? Bisa saja keadaan ini disebabkan karena kurangnya informasi, kurangnya bergaul, kurangnya kepekaan, atau memang tidak ingin menghadapi kenyataan.

Dalam masa sulit perusahaan  seperti southwest Airlaines, Harley-Davidson dan Fedex pernah tidak mem-PHK karyawannya, sebaiknya  karyawan diajak untuk  menggali kekuatan mereka habis-habisan dan mengupayakan segala daya  untuk  membuat perusahannya bertahan   ketimbang sibuk mencari lowongan pekerjaan lain. Banyak perusahaan  bahkan membentuk  loyalitas dan kepercayaan karyawan pada situasi yang sulit tentunya sudah sangat  basi dan ketinggalan kereta jika kita masih memegang mindsedt “ bagaimana nanti saja.....atau kita bangun bila sudah ada kesempatan. saatnyalah kita berpikir  untuk cost cutting secara agresif ,sambil tetap merapatkan barisan , menyusun serta meningkatkan profesionalisme. Dengan melakukannya sekaligus, sesung-guhnya kita bisa menabung tenaga, spirit, kekuatan,kepandaian untuk menghadapi tantangan   dan kesempatan baru dengan memanfaatkan sikap proaktif,kreatif dan inovatif.

Dari sejarah yang ada  kita semua menyadari bahwa badai pasti berlalu . Tinggal kita yang menentukan seperti apa posisi kita dalam permainan . Apakah sebagai penonton, sebagai korban atau justru berpikir positif, berencana, belajar dan menjadi lebih kuat dari situasi yang buruk. Individu atau perusahaan yang cerdik tentunya akan merangkul teman senasib, karyawan, vendor, mitra bisnis, pelanggan, untuk bersama – sama merapatkan barisan dan berstrategi. Perencanaan yang cerdik membuktikan adanya pertumbuhan bisnis di sekitar badai krisis. Dalam perencanaan kita perlu membuat alternatif – alternatif dari Plan A, Plan B, Plan C dan seterusnya. Tanpa meninggalkan fokus dan kekuatan perusahaan.

Berada di situasi krisis dalam siklus perkembangan ekonomi bisnis, kita bisa berkaca pada “ mercusuar “ yang selalu beresiko diterkam badai, tetapi tetap melihat jauh cakrawala dan bahkan terus berkinerja memancarkan sinarnya yang menjadi petunjuk dalam perjalanan.
Salam Succes

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.